Masuk
Masuk

7 Cara Mengemudi yang Tepat untuk Pastikan Pengemudi Memiliki Driver Behaviour yang Baik

Cara mengemudi menentukan driver behaviour pengemudi. Pastikan pengemudi Anda memiliki cara mengemudi ini agar bisnis berjalan optimal

0%

 

Pengemudi menjadi salah satu kunci yang menentukan kesuksesan bisnis, khususnya bagi bisnis yang kegiatan sehari-harinya adalah melakukan pengiriman barang. Oleh karena itu penting bagi perusahaan memastikan bahwa pengemudi memiliki driver behaviour yang baik dan cerdas. Sehingga nantinya tidak akan merugikan perusahaan dan membuat perjalanan driver menjadi aman dan ekonomis bagi kendaraan, serta kualitas barang yang dikirim pun jadi lebih terjaga. Lalu bagaimana cara mengemudi yang tepat dan cerdas?

 

Pahami Etika dalam Berkendara

Baik dan cerdas dalam berkendara artinya pengemudi memiliki etika di tengah perjalanan atau pada saat proses pengiriman. Etika berkendara adalah hal yang wajib dimiliki pengemudi untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan ketika proses pengiriman. Patuh pada aturan dan rambu-rambu lalu lintas dalam berkendara, serta tidak ugal-ugalan merupakan salah satu etika dalam berkendara yang wajib dimiliki pengemudi. Sehingga proses pengiriman akan selalu aman dan terhindar dari bahaya di jalan.

 

Tenang Ketika Hadapi Berbagai Kondisi di Jalan

Pengemudi profesional yang berpengalaman akan selalu tenang di dalam kondisi apapun. Mulai dari ketika menghadapi macet hingga harus melewati jalanan yang berbahaya sekalipun. Dengan sikap yang tenang, driver akan lebih siap ketika mendapati kondisi jalanan yang berbahaya, sehingga mereka bisa mengambil langkah dan keputusan agar pengiriman dapat berjalan lancar. Selain tenang, pengemudi juga harus bersikap profesional, baik dalam pengiriman barang, menghadapi klien, dan mengirimkan barang tepat waktu. 

 

Mengetahui Kondisi Tubuh dengan Baik

Faktor penyebab terjadinya kecelakaan di jalan adalah karena pengemudi tidak memahami kondisi tubuhnya dengan baik. Mereka memaksakan untuk tetap melakukan pengiriman meski tubuhnya tidak kuat lagi. Untuk menghindari hal ini, maka pastikan pengemudi telah memiliki driver behaviour dengan selalu mengecek kondisi tubuhnya.

Misalnya, ketika merasakan kantuk yang tidak tertahankan, jangan paksakan untuk berjalan, namun cobalah untuk berhenti dan melakukan peregangan otot atau berjalan-jalanlah kira-kira selama 5-10 menit. Jika sudah dilakukan namun tidak mampu atasi kantuk, pengemudi bisa coba untuk berhenti sejenak dan beristirahat apabila terjadi kelelahan berlebih.

 

Wajib Menggunakan Safety Belt

Pastikan menggunakan sabuk keselamatan/safety belt dan jangan lupa mengencangkannya. Karena dapat melindungi si pengguna dari cedera lebih berat saat terjadi kecelakaan. Cara memakai safety belt dengan benar yaitu silangkan safety belt dari tulang bahu ke pinggul sebab kedua tulang tersebut paling kokoh di tubuh manusia. Umumnya orang menggunakan safety belt dengan alasan untuk menghindari sanksi tilang dari petugas polisi. Padahal, peranti ini sangat penting.

 

Hilangkan Kebiasaan Buruk Ketika Mengemudi

Driver behaviour yang baik adalah ketika pengemudi tidak memiliki kebiasaan buruk seperti merokok, menerima panggilan telepon, makan, minum atau bahkan mengobrol. Karena jika kebiasaan ini dilakukan ketika mengemudi, dapat dipastikan pengemudi akan mengalami gangguan konsentrasi mengemudi. Pastikan pengemudi berhenti sejenak di tempat aman untuk melakukan kegiatan tersebut, sehingga mengemudi pun bisa dilakukan dengan aman.

 

Menjaga Jarak Aman

Ketika mengemudi dianjurkan untuk menjaga jarak aman dengan menyediakan ruang  antara mobil di depan, samping, dan belakang. Hal ini penting dilakukan karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi kemudian. Semakin banyak ruang semakin banyak waktu tersedia untuk mengambil posisi ketika terjadi masalah di jalan. Menjaga jarak aman antara kendaraan saat beriringan adalah 3 detik.

 

Matikan Mesin Ketika Berhenti & Diam

Ketika mesin mobil berhenti dan terdiam selama lebih dari 20 detik, pastikan pengemudi mematikan mesin. Sebab, mesin yang hidup dalam kondisi diam yang lama, misalnya 3 menit, maka sama saja dengan melakukan perjalanan sejauh 1 km pada kecepatan konstan 50 km/jam. Sehingga akan membuat bahan bakar menjadi boros.

Itulah beberapa cara mengemudi yang baik dan tepat untuk mendapatkan driver behaviour baik dan smart. Dengan cara mengemudi yang cerdas dan aman, maka perjalanan pengemudi akan lebih aman dan ekonomis bagi kendaraan yang digunakan dan barang yang diantarkan.

Bagi perusahaan yang ingin memastikan pengemudi Anda memiliki driver behaviour yang baik, Anda bisa memanfaatkan GPS tracker online atau GPS tracker mobil seperti Arvento Mobile System.

Dengan Arvento, GPS tracker terbaik di Indonesia Anda bisa melacak kebiasaan pengemudi ketika di jalan hingga mengecek driver performance mereka, dari mana saja dan kapan saja. Sehingga, Anda bisa mengambil keputusan dengan cepat maupun melakukan optimize driver performance ketika terjadi hal-hal yang di luar standar perusahaan dan telah dilakukan pengemudi.