Masuk
Masuk

Penyebab dan Solusi Pencegahan Kecelakaan yang Bisa Anda Lakukan

Ada banyak faktor yang sering menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Untuk mengatasi preventing accident, Anda bisa manfaatkan teknologi dari Arvento Mobile System

0%

Tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi ketika berada di jalan raya. Kecelakaan menjadi salah satu masalah yang sering terjadi di Indonesia dan perlu dilakukan preventing accident atau pencegahan kecelakaan.

Menurut data Korlantas Polri yang dirilis Kementerian Perhubungan, angka kecelakaan di Indonesia bisa mencapai 103.645 pada tahun 2021. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan data tahun 2020 yaitu sebanyak 100.028 kasus. Tidak hanya menyebabkan kerugian materil, kasus kecelakaan pada tahun 2021 telah menewaskan 25.266 korban jiwa dengan kerugian materi mencapai Rp246 miliar. Sementara jumlah korban luka berat akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang 2021 mencapai 10.553 orang, dan korban luka ringan 117.913 orang.

Namun, tidak perlu khawatir, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghindari kecelakaan atau preventing accident.

 

Penyebab Terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas

Setidaknya ada beberapa faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di Indonesia yaitu:

1. Faktor kesalahan manusia 

Human error sering menjadi faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas.  Mantan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto pernaha mengatakan pada tahun 2017 bahwa faktor manusia yang terkait dengan kemampuan serta karakter pengemudi ternyata menjadi faktor utama yang memengaruhi keselamatan di jalan raya. Di mana faktor kesalahan ini antara lain:

  • Mengantuk, tidak fokus, atau kelelahan;

  • Belum fasih atau bahkan belum bisa menyetir;

  • Kesalahan bereaksi saat menyetir, panik atau reaksi yang terlalu lamban;

  • Menyetir di bawah pengaruh obat-obatan, narkotika, atau alkohol;

  • Menyetir sambil melihat ponsel. 

2. Faktor kondisi jalan 

Kondisi jalan di Indonesia masih banyak yang memprihatinkan. Terdapat 4 kondisi jalan yang sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas di Indonesia yaitu

  • Kurangnya penerangan di malam hari

  • Jalan berlubang

  • Tidak adanya rambu lalu lintas

  • Tikungan yang tajam 

3. Faktor alam 

Salah satu kondisi alam yang paling berbahaya ketika mengemudi adalah ketika hujan deras yang mengakibatkan jalanan lebih licin dan memperpendek jarak pandang. Selain itu, faktor alam lainnya adalah adanya kabut, banjir, gempa bumi, atau bencana lainnya dapat menyebabkan kecelakaan.

4. Faktor kendaraan

Masalah rem blong juga sering terjadi dan biasanya disebabkan oleh berbagai faktor. Umumnya, kondisi ini terjadi karena minyak rem yang habis, atau bagian rem yang sudah rusak atau usang, terutama di bagian kanvas dan piston rem, hingga faktor usia mobil yang sudah tua.

Selain rem blong, masalah kelebihan muatan juga sering menjadi masalah, terutama untuk kendaraan besar, seperti truk dan bus. Jika kelebihan muatan, maka kendaraan akan menjadi rentan untuk tidak seimbang dan membuat kendaraan oleng jika ada rem mendadak atau melaju terlalu cepat.

 

Kerugian yang Didapat Karena Kecelakaan

Tidak ada yang berharap dirinya mengalami kecelakaan lalu lintas ketika berada di jalan raya. Namun, tidak ada juga yang tahu apa yang akan terjadi ketika sudah berada di jalan. Ada banyak kerugian yang mungkin bisa diakibatkan karena adanya kecelakaan ini. Mulai dari kecelakaan dalam bentuk fisik, namun juga dalam bentuk materi.

Jika kecelakaannya ringan, mungkin kendaraan hanya lecet sedikit, namun bagaimana jika kecelakaan yang dialami memiliki kerusakan yang berat dan mengambil korban jiwa. Tentunya kamu perlu mengeluarkan accident cost atau biaya yang diakibatkan karena kecelakaan tersebut. Misalnya biaya untuk memperbaiki kendaraan, melakukan pengobatan, hingga bertanggung jawab ketika terdapat korban meninggal.

 

Mengurangi Risiko dengan Penggunaan GPS Tracker dari Arvento

Banyaknya angka kecelakaan di Indonosia membuat Anda perlu lebih waspada ketika berada di jalan raya. Biasanya kecelakaan lalu lintas banyak terjadi karena human error, di mana sang pengemudi mengalami Fatigue Driving atau supir kendaraan mengalami lelah atau mengantuk.

Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, jika durasi maksimal bagi manusia berada di balik kemudi menyarankan untuk melakukan istirahat per 3 jam, baik jalanan dalam keadaan lancar atau macet. Karena jika lebih dari itu,  pengemudi akan merasa lelah dan jenuh, yang bisa membuat hilangnya konsentrasi

Untuk menghindari risiko kecelakaan tersebut, Anda bisa memanfaatkan teknologi dari Arvento Mobile System yang dilengkapi dengan ​​fitur Safe and Economical Drive System. Yaitu sistem khusus yang dirancang dan dikembangkan secara khusus oleh Arvento untuk melacak dan menganalisis pengemudi dan kendaraan dalam lalu lintas. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas bagi pengemudi atau driver safety, mengurangi biaya salah mengemudi, dan membantu mengembangkan kebiasaan mengemudi yang lebih aman dan lebih ekonomis.

Dengan Arvento Technology, Anda juga bisa menetapkan batas kecepatan, menentukan rute dan wilayah geografis, hingga akses laporan terkini tentang kendaraan dan pengemudi.